Beranda Sentra Pemberdayaan Petani Menjadikan Kledung Kawasan Wisata Agro

Menjadikan Kledung Kawasan Wisata Agro

10
0

TEMANGGUNG, Yayasan Obor Tani Semarang berencana melakukan kerjasama dengan Pemkab Temanggung dibidang pengembangan pertanian. Untuk keperluan itu tim Obor Tani Kamis kemarin ( 24/2) melakukan study lapangan meninjau embung Desa Kledung Kecamatan Kledung dan  embung Desa Nglarangan Kecamatan Tretep.
Pimpinan Obor Tani Budi Dharmawan  menjelaskan, setelah melihat langsung di lapangan,  lahan pertanian di dua lokasi embung baik di Kledung maupun di Tretep cukup potenisial untuk dikembangkan. Di Kledung komoditas  yang cocok dikembangkan yaitu tanaman buah-buahan seperti kesemek dan alpokat. Sedang di Tretep berupa sayur-sayuran seperti kubis, sawi, cabe  dan tanaman sayuran lainnya. Diutarakan, selain tanahnya subur edi dua lokasi tersebut saat ini sudah tersedia embung untuk menampung air hujan yang memadai. Dengan demikain untuk keperluan penyiraman tanaman bisa tercukupi, sehingga tanaman akan berkembang dengan baik.
“ Hasil study lapangan ini akan menjadi bahan kajian  oleh Obor tani yang nantinya digunakan untuk menyusun  langkah-langkah lebih lanjut “ ujarnya seraya  menambahkan dunia pertanian bisa maju dan berkembang manakala petani diberdayakan.
Dia mencontohkan, satu Sentra Pemberdayaan Tani (SPT) sudah direalisasikan oleh Yayasan Obor Tani di Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Di desa tersebut dikembangkan  kebun buah dengan komoditas Lengkeng Itoh seluas 20,8 hektar, waduk mini tadah hujan dengan kapasitas 8.000 meter kubik untuk menyirami kebun buah petani peserta program, dengan total 4.000 pohon Lengkeng Itoh. Petani peserta juga mendapat bantuan sarana produksi pertanian berupa pupuk, pestisida selama 3 tahun.  Sentra Pemberdayaan Tani diikuti  126 kepala keluarga (KK) petani, masing-masing KK menyerahkan lahan kosong seluas 500 – 2000 m2, untuk ditanami 20-40 pohon Lengkeng Itoh. Dua kader Obor tani selama 3 tahun tinggal di desa mendidik petani untuk berbudidaya mengelola lengkeng petani hingga menjadi kebun buah. Setelah menjadi kebun buah lahan tersebut diserahkan kembali kepada petani, diharapkan setiap KK petani bisa mempunyai penghasilan minimal Rp 12 juta/th atau Rp 1 jt/bulan dari 40 pohon lengkeng di atas tanah seluas 2000 m2.
Secara keseluruhan kegiatan study lapangan berjalan lancar dan mendapat respon positif para petani. Hadir dalam acara tersebut Asisten Ekbang dan Kesra Drs. Suyono, MM didampingi pejabat terkait. Dia mengatakan Pemkab akan membantu sepenuhnya rencana obor tani melakukan kerjasama  pertanian. Diharapkan rencana tersebut secepatnya bisa direalisasikan supaya pertanian di Temanggung maju dan berkembang sehingga kesejahteraan petani meningkat.

 

**Artikel ini telah dimuat pada website resmi Kabupaten Temanggung

http://www.temanggungkab.go.id/detailberita.php?bid=655

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here